Nvidia luncurkan sistem baru untuk mengemudi secara otonom

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Raksasa chip Nvidia Corp pada Selasa (20/9) waktu setempat, meluncurkan platform komputasi barunya yang disebut DRIVE Thor yang akan memusatkan pengemudian otonom dan bantuan serta fungsi digital lainnya termasuk hiburan dalam mobil.

Nvidia, pemain besar di pasar chip game dan kecerdasan buatan (AI), telah membuat dorongan besar dalam bisnis otomotif, segmen pertumbuhan utama bagi perusahaan.

Kepala bisnis otomotif Nvidia Danny Shapiro mengatakan DRIVE Thor akan dapat mengganti banyak chip dan kabel di dalam mobil dan menurunkan biaya sistem secara keseluruhan, meskipun ia tidak memberikan angka spesifik tentang penghematan.

Baca juga: Nvidia umumkan GPU terbaru GeForce RTX 3080 Ti dan 3070 Ti

“Anda dapat membayangkan penghematan yang luar biasa dalam hal biaya, dalam hal pengurangan kabel, dalam hal pengurangan berat badan, dalam hal pengurangan konsumsi energi secara keseluruhan,” kata Shapiro seperti disiarkan Reuters, Rabu.

Beberapa pembuat mobil telah mulai merancang chip mereka sendiri untuk mendapatkan lebih banyak kontrol dan memangkas biaya.

Unit penggerak otonom General Motor Cruise minggu lalu mengatakan telah mengembangkan chipnya sendiri untuk digunakan pada tahun 2025.

Pelanggan pertama yang diumumkan Nvidia untuk DRIVE Thor adalah ZEEKR milik Geely dari China.

Shapiro mengatakan sistem komputernya saat ini yang disebut DRIVE Orin akan digunakan di SUV pintar baru perusahaan mobil China XPeng dan startup mengemudi otonom China QCraft.

Namun hal ini muncul di tengah kekhawatiran tentang apakah pelanggan China akan dapat terus mengakses teknologi Nvidia dengan larangan AS baru-baru ini atas ekspor dua chip komputasi Nvidia teratas untuk pusat data ke China.

“Ada banyak perusahaan yang melakukan pekerjaan hebat, melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi umat manusia dan kami ingin mendukung mereka,” kata Shapiro.

“Dalam kasus di mana kami memiliki produk untuk pusat data yang memiliki beberapa batasan ekspor, kami bekerja dengan pelanggan China untuk menghasilkan produk alternatif yang sesuai,” tambah dia.

Baca juga: Waspadai modus penipuan “bitcoin” atas namakan perusahaan ternama

Baca juga: Siemens dan Nvidia kolaborasi perluas layanan digital

Baca juga: Wall Street berakhir naik tajam, dipimpin oleh saham Tesla dan Nvidia

Penerjemah: Fathur Rochman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber Antara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.