Cegah Virus Corona, PLN Imbau Jajarannya Tangguhkan Perjalanan ke Luar Negeri

  • Whatsapp

Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona di lingkungan korporasi, PLN tercatat sebagai salah satu korporasi yang telah secara aktif melakukan langkah-langkah preventif. Salah satunya adalah dengan pemberlakuan standar kesiagaan khusus bagi semua pegawai untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Corona.

Bacaan Lainnya

Melalui Surat Edaran Direksi PLN nomor 001.E/DIR/2020 tentang Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Direksi PLN mengimbau seluruh jajaran manajemen di lingkungan PLN harus menangguhkan perjalanan kedinasan dan non-kedinasan ke luar negeri.

Direksi PLN juga mengimbau seluruh pegawai dan keluarganya untuk tidak melakukan perjalanan non-kedinasan ke luar negeri terutama ke negara terinfeksi virus Corona.

Bagi pegawai dan keluarganya yang telah melakukan perjalanan dinas ataupun non-kedinasan ke negara-negara sebagaimana terlampir dalam surat edaran setelah 1 Februari 2020, agar segera melaporkan riwayat perjalanan tersebut paling lambat 3 Maret 2020 melalui email korporat.

Kemudian, pegawai PLN yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara dengan orange dan red alert, diwajibkan melakukan prosedur deteksi dini di Puskesmas dan Rumah Sakit setempat.

Contoh negara yang telah meningkatkan kewaspadaan menjadi red alert baru-baru ini adalah Korea Selatan. Sedangkan contoh negara dengan level oranye misalnya Singapura, yang juga belum lama ini meningkatkan status kewaspadaan dari kuning menjadi oranye. Status kewaspadaan kuning berarti ada penyebaran ringan wabah penyakit, sementara oranye berarti penyebaran wabah virus sangat serius dan berdampak luas pada kesehatan publik.

Bagi pegawai yang telah melakukan deteksi dini dan dinyatakan tidak terindikasi infeksi maka pegawai tetap diwajibkan untuk melakukan tes kesehatan kembali di RS yang dirujuk PLN.

PLN akan mengizinkan pegawainya kembali masuk kembali ke kantor apabila telah mendapatkan HAC (Health Alert Card) dan surat keterangan medis bebas virus Corona dari RS yang dirujuk PLN. Di kantor, pegawai wajib melaporkan diri kepada atasan (GM atau EVP terkait) dan Divisi GA.

Selama pegawai menjalani proses tes, jam kerja tetap diperhitungkan dengan batas waktu toleransi pemeriksaan kesehatan maksimal 3 (tiga) hari kerja.

“Apabila pegawai diduga terdeteksi Corona dan harus menjalani karantina selama 14 (empat belas) hari maka pegawai tersebut dianggap tidak masuk kerja karena sakit,” ungkap Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali.

PLN secara khusus juga mengeluarkan Pedoman Penanggulangan Penyebaran Virus Corona yang mengatur mekanisme pemantauan dan penanganan virus Corona.

Baca juga: Karyawan Telkom Suspect Corona Meninggal, Perusahaan Sigap Koordinasi dengan Kemenkes

Sumber Upperline

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *